24 Jul, 2009  |  Written by teguh irianto  |  under Uncategories

Bismillahirrahmanirrahim.

Tadi sempat beli tabloid PC Plus karena melihat ada bonus CD bertuliskan WordPress.  Sebelum melihat lihat isi CD, saya terlebih dahulu membaca isi tabloidnya. Setelah membolak balik halaman, iseng saya baca tutorial dengan judul “Curhat Offline di Dunia Maya”.

Setelah pikir-pikir sebentar, maka mulailah saya mendownload `writer installer` yang berukuran 5 MB itu di Softpedia.com.
Pada saat proses instal aplikasi tersebut ke komputer ternyata berhenti ditengah jalan dengan pesan untuk terlebih dahulu menginstal “.NET Framework”. Maka saya berkunjung lagi ke Softpedia.com untuk mendownload .NET Framework tersebut. Ukuran filenya cukup besar yaitu 23 MB. Ya, namanya sudah niat dan lagipula “tanggung” ingin lihat atau pakai aplikasi posting dengan tanpa terkoneksi ke internet, maka saya tunggu deh prosesnya kurang lebih 25 menit.

Setelah itu mulailah install, dan… lagi-lagi berhenti ditengah jalan. Rupanya blog saya belum disetting `enable` untuk setting writingnya pada baris XML-RPC services!. Masuk ke wp-admin, isi username dan password kemudian klik Setting>Writing. Beri tanda check pada baris yang ada tulisannya XML-RPC>save changes.
Kembali ke desktop dan klik Start>All Programs>Windows Live . Pada blok dialog wizard pengesetan blog yang tampil klik [Next>].

Sebuah bar proses akan muncul mengindikasikan proses koneksi antara aplikasi dengan blog saya. Aplikasi ini juga akan membuatkan sejumlah template blog. Klik [Finish]. Jendela aplikasi utama akan tampil. Buat konten blog secara langsung. Ketikkan judul pada kotak bertuliskan “ENTER A POST TITLE”. Judul diatas – Test posting OFFLINE dengan Live Writer – itulah yang saya ketikkan hingga yang Anda baca  sampai baris terakhir ini.

22 Jul, 2009  |  Written by teguh irianto  |  under ibadah kurban

Nabi Ibrahim sebagai Bapak para Nabi telah diuji oleh Allah SubhanahuWaTa`ala untuk menyembelih Ismail – anaknya – sebagai kurban. Allah SWT memerintahkan hal itu melalui mimpi, untuk menguji seberapa besar keimanan dan kecintaan Nabi Ibrahim kepada-Nya.
Betapa berat perintah Allah itu untuk beliau jalankan. Akan tetapi, karena keimanannya yang tinggi dan kecintaannya kepada Allah, Nabi Ibrahim `Alaihissalam tetap berniat untuk melaksanakan perintah tersebut.

Selanjutnya Nabi Ibrahim AS mengajak Ismail ke tempat yang sepi. Ibrahim merebahkan anaknya dan memiringkannya. Beliau mengikatnya pada tulang pundaknya. Kemudian Nabi Ibrahim memegang pisau, lalu mengarahkan pandangannya sekali lagi kepada anaknya dengan pandangan yang tajam. Kemudian air matanya mengalir deras diikuti dengan desahan napas panjang yang menandakan rasa kasih sayangnya kepada Ismail. Akhirnya Ibrahim meletakkan pisau itu di tenggorokan Ismail dan menggeseknya diatas leher Ismail. Akan tetapi leher tersebut tidak putus, karena takdir Allah SWT telah menumpulkan ketajaman pisau tersebut.
Allah menebus Ismail dengan hewan sembelihan yang besar. Allah memperlihatkan sembelihan itu disampingnya, maka Ibrahim pun menerimanya. Lalu Nabi Ibrahim segera membaringkan dan menyembelih hewan tersebut. Darah mengucur deras dari leher hewan itu, dan tanah telah diwarnai dengan darahnya yang merah. Hewan sembelihan itu merupakan tebusan untuk anaknya dan sebagai pengganti bagi pengaliran darahnya.
Demikianlah kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan putranya, Ismail. Selanjutnya Allah mensyariatkan kaum muslimin untuk memperingati dan mengikuti acara penyembelihan kurban ini dalam Hari Raya `Idul Adha. Yaitu pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Hal ini dimaksudkan untuk meneladani peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim, dan sebagai rasa syukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya.
(Majalah Nikah, volume 8 No. 01).

21 Jul, 2009  |  Written by teguh irianto  |  under ibadah kurban

Kurban dalam hal ini dimaksudkan adalah hewan ternak (berupa sapi, kambing, atau unta) yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyrik, dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Hukum daripada berkurban adalah sunnah muakkadah selama yang bersangkutan tidak mewajibkan kurban atas dirinya. Sunnah muakkadah maksudnya adalah sunnah yang sangat ditekankan. Artinya bahwa syariat berkurban itu hukumnya sunnah ain untuk setiap individu muslim dan sunnah kifayah untuk setiap keluarga muslim. Orang yang sebenarnya mampu tetapi dengan sengaja meninggalkan kurban dikenakan hukum makruh. Para ulama mempunyai batasan yang berbeda tentang “mampu” disini.
Dalam kehidupan bermasyarakat, kikir atau pelit merupakan penyakit terbesar yang sering timbul. Seseorang yang kikir dan enggan membelanjakan hartanya dijalan Allah berarti kikir terhadap dirinya sendiri. Sebaliknya jika dia ikhlas menginfakkan hartanya dijalan Allah, dia telah mengangkat derajat dirinya sediri ketempat yang terpuji.
Dengan demikian, syariat berkurban merupakan wahana pendidikan umat dan bukan sekedar ibadah ritual yang mencerminkan rutinitas.