22 Jun, 2009  |  Written by teguh irianto  |  under Artikel

Ini adalah pengalaman pribadi yang baru saja saya lewati. Dibalik kesulitan ternyata ada hikmah/pelajaran didalamnya. Tiga hari yang lalu sistem operasi saya rusak dan bermaksud mengganti system operasinya.

Setelah semua persiapan dilakukan, harddisk target sudah ditentukan, maka saya mulai menginstal system operasi kedalam komputer. Setelah beberapa langkah saya lewati maka sampailah pada moment menunggu proses instalasi secara otomatis dijalankan.

Tetapi ternyata penantian saya sia-sia karena tiba-tiba komputer mati (shut down) sendiri. Oleh karena itu saya mencoba lagi untuk melakukan instalasi ulang seperti pada tahap persiapan tadi. Dan hal yang sama terjadi – komputer mati – secara tiba-tiba kembali.  Dan saya coba ulang kembali instal seperti tadi lagi dan…  terjadi hal yang sama yaitu komputer tiba-tiba mati ditengah jalan.  Berarti saya telah melakukan pekerjaan yang sama yaitu menginstal system tanpa hasil sudah 3 (tiga) kali ya!?.

Kemudian saya mengulang kembali melakukan prosedur instal dari pertama lagi. Yaitu dengan mengeset ulang bios dan (kali ini) saya juga  mengganti baterai bios komputer. Proses berjalan seperti biasa dan dengan harap-harap cemas saya menantikan reaksi yang akan terjadi apakah komputer akan mati ditengah jalan kembali.

Tidak lama kemudian maka yang saya khawatirkan memang terjadi lagi. Komputer mengalami hal yang sama seperti “biasa” lagi, mati secara tiba-tiba selagi saya menunggu proses dengan perasaan harap-harap cemas tadi.

Dan saya tidak kapok atau menyerah sementara dengan komputer yang hanya satu-satunya inilah saya bekerja dan menghibur diri. Kemudian saya mencoba menginstal kembali system operasi seperti tadi pertama kali saya lakukan. Namun untuk kali ini saya merubah settingan bios terlebih dahulu.

Saya tidak tahu kenapa saya melakukan perubahan settingan bios. Yang jelas saya beranggapan bahwa kalau tidak melakukan perubahan “paling-paling” hal sama akan terjadi lagi nantinya. Dan itu tentu saja tidak saya harapkan.

Proses instalasi saya lakukan kembali dan berjalan dengan cepat (karena sudah hafal prosedurnya sih) hingga sampai kepada tahapan dimana biasanya komputer akan tiba-tiba mati dengan sendirinya. Tetapi apa yang terjadi?…

Ternyata proses berjalan terus dan instalasi berjalan mulus. Hal yang saya khawatirkan ternyata dapat terlewatkan. Alhamdulillah, saya sangat senang akhirnya komputer bisa saya pergunakan kembali. Dan saya tuangkan saja pengalaman yang berisi pelajaran berharga diwebsite pertama saya ini.

16 Jun, 2009  |  Written by teguh irianto  |  under Uncategories

Selamat datang di blog saya. Saya akan memuat berita tentang pengalaman pribadi, artikel dan berita untuk dibagikan kepada pembaca sekalian.
Walaupun bekal untuk menulis masih sangat minim saya miliki, namun keinginan untuk berbagi atau memberi semoga dapat dituangkan di blog saya ini.

Apabila didalam postingan ada kata-kata ataupun kalimat yang tidak berkenan dihati para pembaca, saya mohon maaf.  Blog ini saya buat untuk kepentingan ibadah atau dapat memberikan manfaat bagi Anda para pembaca/ pengunjung seperti Anda yang secara kebetulan atau sengaja datang.

Blog ini dibuat dengan menggunakan Wordpress yaitu sebuah aplikasi online gratis yang digunakan untuk membuat website, blog ataupun toko online. Disaat Anda sedang membaca dan menemukan suatu tulisan atau huruf maupun memang Anda ingin memperkecil/memperbesarnya coba gunakan tombol “Ctrl” kemudian tombol “+” untuk memperbesar dan “-” untuk memperkecil tampilan. Mudah-mudahan ini dapat membantu keadaan mata Anda apabila sedang letih. Atau istirahatkan mata Anda itu akan lebih baik.

Baiklah, selamat membaca dan selamat datang di blog yang sederhana ini, untuk kesuksesan Anda.  Komentar-komentar dari Anda akan sangat berarti untuk saya. Terima kasih.

5 Jun, 2009  |  Written by teguh irianto  |  under Pengalaman

Hari ini datang ke acara kumpul-kumpul teman sewaktu di SMA dulu. Lihat-lihat album foto kita sewaktu masih berseragam putih abu-abu. Duuh… rasanya dunia ini cepat sekali berputar. Tapi salut untuk teman-teman saya yang masih – asyik- seperti dulu. Mereka-mereka sekarang memang sudah berubah secara fisik (yang rata-rata sudah seperti bapak-bapak dan ibu-ibu). tapi teteep baik hati dan tidak sombong. Ya… seperti dulu aja.
Pemicu acaranya bapak Agus yang suka bawa kamera dan foto-foto bareng. Tapi yaa, beliau itu senang bawa kamera foto tapi lebih suka lagi kalau yang mengambil fotonya bukan dia alias temen yang lain – kadang orang yang gak dikenal lewat – disuruh ambil. Sementara dia sendiri asyik menyelinap diantara temen-temen yang lain untuk berpose ria.
Saya sendiri tadi datang dengan membawa anak saya satu-satunya. Waah, kalo cerita anak saya jadi agak grogi. Masalahnya tement-temen kebanyakan anaknya sudah masuk kuliah. bahkan ada yang sudah lulus dan bekerja.
Oh ya, saya kesana dengan mengendarai motor. Dari siang muter-muter dulu ke kantor mamanya anak (istri saya), trus ke rumah orang tua saya yang sedang sakit, ngobrol sebentar sama tetangga orang tua saya, baru deh ke lokasi (mesjid agung Al-Azhar) Jl. Sisingamangaraja, Jakarta Selatan. Sehabis sholat maghrib baru deh kita `kongkow2` dibawah tangga mesjid, senda gurau(dah kayak yang punya Al-Azhar aja), foto-foto dsb.
Pas mau azan isya anak kelaparan jadi saya tinggalin dulu deh tuh temen2 untuk mengantar anak makan keluar mesjid yang disana banyak mangkal tukang makanan. Gak lama balik kumpul lagi ke temen-temen yang gak taunya sudah nambah lagi, antara lain datang Joni & Muttaqin. Acaranya masih teteeep foto-foto juga.
Acara dilanjutkan dengan makan-makan di kafe ( namanya apa ya?. Yaa.. yang jelas kita makan besar disitu). Terima kasih yang ntoek yang bayarin.
Jam sembilan lewat baru deh saya pamitan pulang, maklum kasihan lihat anak saya sudah ngantuk. Kebut dari Al-Azhar tetep aja sampe rumah pintu pagar udah digembok. Satu jam lebih kurang diperjalanan, masuk rumah anak saya langsung ganti baju… tidur. Sementara saya gak bisa tidur. Jadinya bikin postingan ini. Semoga temen-temen saya semua lancar diperjalanan, sampai ketemu lagi.